Sajadah Muslim

Membahas Tentang Seputar Ilmu Agama Islam

Wanita Enggan Mengeluarkan Zakat Perhiasan

Sajadah Muslim ~ Apakah wanita yang punya perhiasan itu wajib mengeluarkan zakat ?


Jawabannya ialah :

Pada awal permulaan Islam, perhiasan dari emas dan perak diharamkan bagi para wanita, dari itu harus dikeluarkan zakat. Namun kemudian perhiasan emas dan perak diperbolehkan. Dari itu, zakat harus dikeluarkan pada perhiasan yang berlebih dan yang disimpan.

Dalam hal ini ada sebuah hadits yang bersumber dari Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwasanya ada dua orang wanita datang kepada Nabi saw dan ditangannya ada gelang dari emas, lalu beliau bertanya kepada kedua wanita itu. "Apakah kamu berdua sudah mengeluarkan zakat perhiasan ini?" Wanita itu menjawab: “Tidak". Beliau bersabda : "Apakah kamu suka jika Allah menciptakan gelang bagimu dari api neraka pada hari kiamat". (HR. Abu Daud, Tirmidzi  dan Nasa'i)         
                                          
Walhasil, dengan beralasan hadits diatas, maka bagi wanita yang tidak mengeluarkan zakat perhiasannya akan mendapat dosa. Dari itu, wanita muslimah hendaknya memperhatikan zakat perhiasannya. Hal tersebut lebih baik demi mendekatkan diri kepada Allah dan sebagai jalan menuju ketaqwaan di sisi-Nya.

Oleh Ustadz Labib Mz
 

Bolehkah Wanita Shalat Jenazah ?

Sajadah Muslim ~ Ada sebuah pertanyaan yang dilontarkan oleh kaum wanita, khususnya jika wanita menshalati jenazah, bolehkah hal tersebut?


Jawabannya ialah :

Semenjak Nabi saw hidup tidak pernah ada wanita menshalati jenazah. Begitupun tidak dijumpai larangannya. Namun, wanita menshalati jenazah itu baru dijumpai di zaman sahabat Nabi. Sehingga dengan demikian wanita menshalati jenazah itu hukumnya boleh.

Adapun wanita menshalati jenazah di zaman sahabat itu mulanya menshalati jenazah Nabi, ketika beliau wafat. Sebagaimana tersebut dalam Sunan Ibnu Majah, ada riwayat yang bersumber dari Ibnu Abbas ra, bahwa ia berkata :

"Masuklah orang-orang sendiri-sendiri menshalati jenazah Rasulullah, sehingga setelah mereka selesai, mereka menyuruh wanita-wanita (menshalati), sehingga setelah wanita-wanita itu selesai, mereka menyuruh anak-anak (shalat), sedangkan tidak ada seorangpun menjadi Imam ketika menshalati jenazah Rasulullah". (HR. Ibnu Majah)

Oleh Ustadz Labib Mz
 

Tempat Shaf Wanita Sewaktu Shalat

Sajadah Muslim ~ Benarkah shaf wanita dalam shalat berjamaah itu berada di belakang ?


Jawabannya ialah :

Memang dalam aturan agama Islam, shaf wanita dalam shalat berjamaah itu berada di bagian belakang, sedang lelaki berada di bagian depan.

Dalam sebuah hadits yang bersumber dari Anas ra berkata :

“Aku seorang  yatim di rumah, kami shalat di belakang Nabi saw dan dibelakang kami ada ibuku,  Ummu Sulaim". (HR. Bukhari) 

Juga Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits yang menyatakan :

"Sebaik-baik shaf laki-Iaki itu di depan, dan sejelek-jeleknya dibelakang. Dan sebaik-baik shaf wanita  itu di belakang  dan sejelek-jeleknya di depan".

Maksud hadits diatas adalah, lelaki dilarang menganibil shaf di belakang dan wanita dilarang  mengambil shaf di depan.

Berdasarkan dua hadits diatas, jelaslah bahwa tempat shaf wanita dalam shalat berjamaah itu ada di barisan paling belakang, yakni dibelakang Imam berdiri barisan laki-laki, dan belakang lagi berdiri barisan anak-anak kemudian di barisan paling belakang berdiri barisan wanita. Cara ini tidak boleh dibantah, karena memang begitulah aturan dalam Islam.

Oleh Ustadz Labib Mz
 

Khutbah Jumat: Memakmurkan Masjid

Sajadah Muslim ~ Alhamdulillah hilladzi akramnaa bil iimaan, wa a’azzanaa bil islam, wa rafa’na bil ihsan, ahmaduhu subhanahu wata’ala wa asykuruh, allahumma shollia wasallim wa barik ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa mantabi’ahum bi ihsani ila yaumiddin, amma ba’du.


Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbahagia
 
Puji dan syukur pertama-tama kita persembahkan kepada Allah SWT yang telah menjadikan Masjid sebagai tempat untuk mengagungkan asma-Nya, demikian pula shalawat dan salam semoga tercurah selalu atas junjungan Nabi besar Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya yang  telah gigih memperjuangkan Islam sebagai agama rahmatan lil 'alamin.

Selanjutnya marilah kita berupaya semaksimal mungkin meningkatkan kualitas Iman dan Taqwa kepada Allah SWT dengan sebenar-benar taqwa.

Masjid adalah tempat suci ummat Islam untuk beribadahah kepada Allah SWT. Nama masjid langsung diberikan oleh Allah SWT sebagaimana dalam firman-Nya yang terdapat dalam surat aI-Jin ayat 18 : 

"Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah sesuatu (seseorang) di dalam masjid selain Allah”.

Secara tersirat di dalam ayat ini sudah jelas bahwa masjid adalah tempat ibadah untuk menyembah Allah SWT.

Kata masjid terambil dari kata  "Sajada" yang berarti bersujud, sehingga masjid diartikan dengan tempat bersujud. Pada saat kita melaksanakan shalat ada empat gerakan yaitu : berdiri, ruku', sujud dan duduk, dan sujud merupakan gerakan dimana kita amat dekat dengan Allah, seperti firman-Nya dalam surat al-Alaq ayat 19 :

"Dan bersujudlah engkau dan dekatkanlah dirimu kepada Tuhan”.

Makna ayat tersebut sejalan dengan Hadits Nabi Muhammad SAW:

"Jarak yang  terdekat  antara  seorang  hamba  dan  Tuhannya Yang Maha Tinggi dan Maha Agung  adalah pada saat ia sujud". (HR. Muslim)

Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbabagia

Sekarang ada baiknya dijelaskan apa arti memakmurkan masjid, memakmurkan masjid dapat berarti membangun masjid dan dapat pula berarti meramaikan masjid denga ibadah, dzikir, menuntut ilmu dan semacamnya. Dalam  surat at-Taubah ayat 18 Allah SWT berfirman :

"Sesungguhnya orang-orang yang memakmurkan masjid itu adalah orang-orang yang beriman kepada Allah, beriman kepada hari akhir, menegakkan shalat, menunaikan zakat serta tidak takut melainkan kepada Allah semata."

Pada ayat tersebut terdapat 2 macam rukun Iman dan 2 macam rukun Islam serta sifat orang yang bertaqwa kepada Allah SWT.

Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbahagia

Dalam sebuah Hadits Nabi Muhammad SAW, dijelaskan tentang pahala yang akan diterima oleh orang-orang yang membangun masjid, yaitu :

"Barang siapa yang membangun masjid karena mencari ridha Allah, pasti Allah akan membangunkan mahligai baginya di dalam syurga”.

Hadits tersebut amat menggembirakan dan mendorong umat Islam untuk senantiasa membangun masjid, bentuknya dapat beragam: ada orang yang mewakafkan tanahnya demi pembangunan masjid, ada yang mengeluarkan sebagian hartanya untuk membangun masjid, adapula yang menyumbangkan tenaganya untuk pembangunan masjid, dll, pendek kata bahwa sekecil apapun yang kita persembahkan untuk kepentingan pembangunan dan kemakmuran masjid akan mendapatkan pahala atau kebaikan atasnya sebagaimana janji Allah dalam Hadits Nabi tersebut.

Juga dalam sebuah Hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah beliau bersabda: 

"Barang siapa yang membuang duri atau kotoran dari dalam Masjid, Allah akan membangunkan baginya mahligai dalam syurga”.

Hal ini memberikan makna dan isyarat bahwa seorang tukang sapu Masjid akan mudah masuk  syurga alasannya mudah saja karena Masjid kepunyaan Allah.

Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbahagia

Membangun Masjid juga akan segera dirasakan ganjarannya atau manfaatnya bagi seseorang yang meninggal dunia atau dalam Hadits lain setelah orang itu berada dalam kubur. Dalam sebuah Hadits riwayat ibnu Majah Rasulullah bersabda: 

"Sesungguhnya yang pertama amal seorang yang menemuinya setelah ia meninggal dunia yaitu ilmu yang ia ajarkan dan ia siarkan, atau anak shaleh yang ditinggalkannya, atau Qur’an yang ia wariskan atau Masjid yang ia bangun atau rumah untuk musafir atau sungai yang ia alirkan, atau shadaqah yang ia keluarkan dari hartanya pada saat sehat dan hidupnya, semuanya itu akan menemuinya setelah ia meniggal dunia''.

Bila kita memperhatikan Hadits-Hadits Rasulullah SAW maka dosa dan kesalahan-kesalahan yang cepat kita rasakan siksa dan balasannya adalah kencing lalu tidak istinja (thaharah), bergunjing (gibah) mengadu domba (provakator) dan berkhianat.

Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbabagia

Bahwa Rasulullah SAW amat mementingkan umat Islam untuk shalat jamaah, dan shalat yang paling afdhal adalah di Masjid, perintah berjamaah itu disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Nasa'i. 

"Tidak boleh 3 orang Muslim yang tinggal disuatu desa atau dusun, lalu tidak ditegakkan shalat melainkan mereka adalah diperintah dan dikuasai oleh syetan, oleh karna itu wajib atas bershalat berjamaah, karena sesungguhnya yang  dimakan oleh serigala  adalah kambing yang menyendiri".

Dalam Hadits ini juga sudah ada perintah tersirat dari Rasulullah SAW bahwa bila disuatu tempat sudah ada 3 orang Muslim wajib untuk mempunyai imam, punya jamaah dan punya masjid tempat beribadah. Dan bila komunitas Muslim sudah terbentuk betapapun kecilnya, akan segera bertambah dengan pertolongan Allah.

Mengenai keutamaan kemakmuran dari  sudut ibadah, antara lain disebutkan dalam sebuah Hadits Rasulullah SAW riwayat Bukhari Muslim beliau bersabda.

"Apabila seorang Muslim berwudhu dengan baik lalu ke Masjid dengan niat untuk shalat, maka setiap langkah derajatnya diangkat oleh Allah dan setiap langkah kesalahannya dihapus. Dan bila sudah shalat Malaikat selalu bershalawat atasnya selama ia masih dalam Masjid".

PENUTUP

Oleh Drs. KH. Marwan Aidid
 

Kultum: Segeralah Bertobat

Sajadah Muslim ~ Alhamdulillah hilladzi akramnaa bil iimaan, wa a’azzanaa bil islam, wa rafa’na bil ihsan, ahmaduhu subhanahu wata’ala wa asykuruh, allahumma shollia wasallim wa barik ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa mantabi’ahum bi ihsani ila yaumiddin, amma ba’du.

 
Kepada yang terhormat para alim ulama, para pejabat pemerintah baik sipil maupun militer, para ustadz dan ustadzah, para bapak, ibu, hadirin dan hadirat yang saya muliakan.

Mengawali pertemuan kita melalui mimbar kultum kali ini, pertama­tama, marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah, Tuhan sarwa sekalian alam. Shalawat dan salam, semoga senantiasa dilimpahkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad saw sebab beliau kita dapat  mengetahui yang hak dan yang batil, yang halal dan yang  hararn, antara jalan menuju ke surga dan jalan menuju   ke neraka.

Bapak, ibu, saudara sekalian yang saya hormati !

Sebagai manusia, tidak mungkin kita sunyi dari kesalahan dan kekhilafan. Ketika kita terlanjur dan terpeleset melakukan kesalahan dan dosa baik dosa kecil, utamanya dosa besar, maka bersegeralah bertobat memohon ampun kepada Allah swt. Karena Allah sangat menyukai kepada hamba-Nya yang segera bertobat memobon ampun kepada-Nya, dan Dia adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.

Penyesalan yang timbul dalam jiwa seseorang, sehabis melakukan kesalahan merupakan sebuah sikap jiwa yang baik. Penyesalan yang timbul dengan penuh kesadaran disertai dengan kebulatan tekad untuk tidak mengulangi kesalahan dan dosa itu lagi, merupakan sikap orang yang bertobat.

Bagi seorang muslim harus yakin bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Betapapun besamya dosa yang kita lakukan, jika kita benar-benar bertobat  kepada-Nya, niscaya Dia akan mengampuninya. Karena Tuhan sangat menyukai hamba-Nya yang bertobat dan membersihkan diri dari kesalahan dan dosa yang pernah dilakukannya.

Allah swt berfirman: "Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa  mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah. Dan mereka tidak meneruskan  perbuatan kejinya itu, sedang  mereka  mengetahui." (QS. Ali Imran: 135).

Banyak ayat-ayatAl-Qur'an dan hadis-hadis Nabi yang menyerukan agar segera bertobat dan keutamaan orang-orang  yang bersungguh­sungguh dalam bertobat. Di antaranya lagi ialah firman Allah swt:

"Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung." (QS. An-Nur: 31).

Bapak, ibu, saudara sekalian yang saya hormati !

Sedangkan di antara hadis-hadis Nabi yang menjelaskan tentang keutamaan bertobat di antaranya, Thabrani meriwayatkan dengan sanad sahih tetapi rawinya ada yang terputus: "Orang bertobat dari  dosa seperti orang yang tidak memiliki dosa. " Ibnu Hibban meriwayatkan di dalam kitab sahihnya, demikian pula Hakim: "Penyesalan atas suatu dosa adalah berarti bertobat. "Yakni, penyesalan itu; merupakan rukun utama tobat, sebagaimana pernyataan bahwa haji itu adalah Arafah. Penyesalan  menjadi sebuah keharusan dari suatu kemaksiatan dan kekejian serta dari ketakutan akan hukuman azabnya.

Hakim meriwayatkan hadis yang ia nilai sebagai hadis sahih tetapi rawinya ada yang terputus: "Allah mengetahui seorang hamba yang benar-benar menyesali atas dosanya, dan Ia akan  mengampuninya sebelum hamba tersebut memohon ampun kepada-Nya atas kesalahan itu."

Muslim dan yang lainnya meriwayatkan: "Demi Tuhan yang jiwaku berada dalam genggaman   kekuasaan-Nya, seandainya kamu tidak berdosa dan tidak memohon ampun, tentu Allah akan melenyapkan kamu semua. Kemudian Ia mendatangkan kaum lain selain kamu, mereka melakukan  dosa tetapi mereka memohon ampun, lalu Allah mengampuni mereka."

Bapak, ibu, saudara sekalian yang saya hormati !

Demikianlah, kultum yang dapat saya sampaikan dalam kesempatan kali ini, semoga kita benar-benar menjadi muslim yang segera bertobat dan melakukannya dengan sungguh-sungguh, agar kita menjadi orang yang beruntung. Akhirnya, terima kasih atas perhatiannya dan mohon maaf atas kesalahan dan kurang lebihnya. Ihdinas  shirathal  mustaqim, tsummas salamu 'alaikum   warahmatullahi wabarakatuh.

Oleh Ustadz Abdullah Farouk & Ustadz Ibnu Hasan
 

Kultum: Pentingnya Arti Persahabatan

Sajadah Muslim ~ Alhamdulillahil wahidil ahad, aladzi lam yalid wa lam yuulad wa lam yakullahu kufuwwan ahad, ahmaduhu subhanahu wata’ala wa asykuruhu, allahumma sholli wa sallim wa barik ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi wa ash habihi wa man tabi’ahum ila yaumil qiyamah, amma ba’du.
 
Kepada yang terhormat para alim ulama, para ustadz dan ustadzah, para bapak, ibu, hadirin dan  hadirat yang dimuliakan Allah swt.


Mengawali pertemuan kita kali ini, pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah,  Tuhan sarwa sekalian alam. Shalawat dan salam, semoga senantiasa dilimpahkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad saw sebab tersebab beliau, kita yang telah ada di bibir jurang neraka dapat  terselamatkan dari padanya.

Hadirin dan hadirat sekalian yang saya hormati !
 
Persahabatan memiliki arti yang penting dalam kehidupan kita. Pada saat tertentu, kiranya kita perlu mengungkapkan isi hati, berbagi rasa baik suka maupun duka, ini tentu tidak bisa kita lakukan, kecuali kepada sahabat sejati yang dapat dipercaya (amanah), yang bisa menghibur dikala duka dan mengingatkan serta menasehati dikala salah.

Dalam menjalin persahabatan hendaklah kita lakukan karena Allah swt sehingga apa yang kita lakukan dalam hubungan persahabatan itu tidak hanya untuk mencari kepentingan pribadi, apalagi sampai menjerumuskan dalam kesengsaraan dan kehancuran. Jalinan persahabatan yang saling mencintai dan menyayangi kerena Allah, demi mencari keridhaan Allah swt. Bagi mereka yang mampu menjalin persahabatan yang demikian, mendapat jaminan perlindungan dari Allah. Pada hari kiamat akan mendapatkan perlindungan di bawah Arasy, ketika tidak ada naungan perlindungan  selain daripada-Nya. Di dalam hadis Nabi saw yang diriwayatkan oleh Imam Bukhadi dan Muslim dari Abu Hurairah ra disebutkan bahwa ada tujuh kelompok manusia yang akan mendapatkan  perlindungan berada dalam naungan Allah, pada hari kiamat, ketika tidak ada naungan selain naungan-Nya. Di antaranya adalah: "Dua orang yang saling mencintai karena Aliah swt. "Menurut riwayat lain: "Orang yang mencintai sesama hamba Allah, dan ia tidak mencintainya melainkan karena Allah. "

Selain itu, Rasulullah saw juga bersabda:

"Orang-orang yang saling mencintai karena Allah, (di akhirat kelak) berada (duduk) di atas kursi yang terbuat dari permata yakut di sekitar Arasy." (HR. Thabrani)

Hadirin dan hadirat sekalian yang saya hormati !

Demikianlah kultum yang dapat saya sampaikan dalam kesempatan kali ini, marilah kita berdoa semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia serta petunjuk-Nya kepada kita, sehingga kita mampu menjalin persahabatan dengan saling mencintai karena Allah swt mengisi hidup ini dengan nilai-nilai positif yang bermanfaat, amin. Akhirnya, terima kasih atas perhatiannya dan mohon maaf atas kesalahan dan kurang lebihnya. Hadanallah waiyyakum ajma'in, was salamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Oleh Ustadz Abdullah Farouk & Ustadz MS. Ibnu Hasan
 

Hukum Khitan Bagi Anak Perempuan

Sajadah Muslim ~ Khitan atau yang biasa disebut dengan sunat rasul merupakan ritual yang harus dilalui seseorang sebagai seorang muslim. Bila seseorang itu dilahirkan dalam keluarga Islam, maka upacara khitanan dilakukan pada usia kanak-kanak.


Khitan bila seseorang itu dilahirkan bukan dari keluarga Islam, maka upacara khitanan dilakukan pada usia ia masuk ke dalam agama Islam. Maka sering terjadi seseorang yang sudah dewasa dikhitan, sesudah ia mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai pengakuan masuk agama Islam.

Lalu bagaimana hukumnya khitan bagi anak perempuan ?

Bila khitan terhadap perempuan itu dalam segala kondisi dianggap baik, maka hal itu layak dilakukan, Namun jika tidak ada yang melakukan, tidaklah berdosa. Dalam hal ini Nabi saw pernah bersabda kepada seorang wanita menginginkan khitan: "Tipis saja, jangan dihabisi", beliau pun bersabda: "Sebab sedikit khitan akan mencerahkan wajah dan lebih menyenangkan pada suami".

Berbeda dengan khitan bagi anak Iaki-laki, ia merupakan syari'at Islam yang harus dilakukan. Bahkan bila ada suatu wilayah Islam yang meninggalkan syariat ini wajib diperangi, Hal yang demikian itu merupakan salah satu ciri orang Islam.

Oleh :
  • http://rumahkhitan.net/artikel/apa-itu-khitan/
  • Ustadz Labib Mz

Bolehkan Wanita Bersiwak ?

Sajadah Muslim ~ Pertanyaan ini adalah Apakah wanita juga dianjurkan untuk bersiwak ?

Siwak adalah nama untuk sebuah kayu yang digunakan untuk menggosok gigi. Atau jika ditinjau dari perbuatannya, siwak adalah menggosok atau membersihkan gigi dengan kayu atau sejenisnya untuk menghilangkan kuning dan kotoran gigi, dan juga untuk membersihkan mulut.


Jawabannya ialah :

Pada hakekatnya wanita itu mempunyai satu kelebihan dalam masalah kebersihan, sesuai dengan fitrah dan kondisinya. Kebersihan yang  paling  utama setelah bersuci dan mandi adalah siwak.

Pada zaman Nabi saw dahan pohon arak atau zaitun digunakan sebagai siwak yang sekarang kedudukannya sudah diganti dengan sikat gigi.

Ada sebuah hadits yang bersumber dari ‘Aisyah ra bahwa ia berkata : "Rasulullah saw pernah memberikan siwak kepadaku agar aku bersiwak, lalu siwak itu terlebih dahulu kugunakan setelah itu kucukupi dan kuberikan kepada beliau". (HR. Abu Daud)

Begitulah yang dilakukan oleh Nabi terhadap dirinya dan istri tentang bersiwak. Padahal 'mulut  beliau itu paling suci’ dan bersih sejak pertama kali diciptakan hingga meninggalnya.

Oleh Ustadz Labib Mz
 

Bolehkah Wanita Muslimah Memakai Bejana ?

Sajadah Muslim ~ Ada sebuah pertanyaan dari para wanita Muslimah, Bolehkah wanita muslimah memakai bejana dari emas atau perak ?

Bejana adalah benda berongga yang bisa diisi dengan berbagai jenis cairan atau serbuk dan pada umumnya digunakan sebagai bak, wadah, tabung, dan sebagainya.


Jawabannya ialah :

Sebagian besar para ulama telah sepakat bahwa memakai bejana dari emas atau perak adalah hal yang sangat dilarang oleh agama, bahkan mereka menganggap sebagai dosa besar. 

Mereka beralasan sebuah hadits yang bersumber dari Ummu Salamah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda :

“Sesungguhnya orang yang makan dan minum di bejana emas dan perak, maka sebenarnya dia menyembunyikan api neraka jahannam di dalam perutnya”. (HR. Muslim dan Ibnu Majah)

Juga mereka beralasan sebuah hadits yang bersumber dari Hudzaifah ra bahwa ia berkata: “Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda:

“Janganlah kamu memakai sutra dan sutra bergambar, dan janganlah kamu minum di bejana dari emas dan perak. Janganlah kamu makan pada piring keduanya, karena sesungguhnya semua itu adalah untuk mereka (orang kafir) di dunia dan untuk kamu di akhirat (nanti)”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Menanggapi hadits ini, Imam Syaukani berkata: “Hadits ini telah menunjukkan pengharaman makan dan minum dengan menggunakan bejana dari emas dan perak. Pengharaman di dalam makan dan minum dengan menggunakan bejana dari emas dan perak adalah merupakan ijma’. Sedangkan Abu Daud telah membolehkan makan dan minum dengan menggunakan bejana tersebut. Namun hadits ini sudah cukup untuk menyanggah pendapatnya. Kemungkinan dia tidak mendengar hadits ini”.

Imam Nawawi berkata: “Dalam masalah ini telah menjadi ijma’ pengharamannya di kalangan teman-teman kami. Dimana penggunaan bejana macam apapun asalkan dari emas atau perak tetap juga haram, kecuali riwayat dari Abu Daud yang mengharamkan minum saja. Karena boleh jadi dia tidak mendengar hadits yang mengharamkan makan dengannya.

Oleh Ustadz Labib Mz
 

Khutbah Jumat: Keutamaan Shalat

MUKKADIMAH

Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbabagia

Puji dan syukur kita persembahkan kehadirat Allah SWT yang telah memerintahkan hamba-Nya untuk mendirikan shalat lima waktu untuk mencapai ridha dan syurga-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi besar Muhammad SAW serta keluarga, sahabat dan pengikutnya yang senantiasa menegakkan shalat dalam kehidupannya. Demikian pula marilah kita berupaya meningkatkan taqwa kita kepada Allah sebagai perisai kehidupan ini.


Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbabagia

Shalat  menurut  bahasa  berarti  "Doa"  dan  menurut  syariat shalat adalah ibadah yang banyak gerakannya dan banyak ucapannya, dibuka dengan takbir dan ditutup dengan salam.

Shalat diperintahkan oleh Allah SWT kepada Nabi besar Muhammad SAW bersama umatnya pada saat beliau melakukan perjalanan Isra dan Mi'raj pada tanggal 27 Rajab, tahun yang kedua belas dari masa keNabian. Jadi perintah shalat diberikan oleh Allah SWT  kepada Nabi Muhammad SAW secara langsung tanpa perantaraan Malaikat Jibril, ini adalah isyarat akan pentingnya ibadah shalat. Dalam Al-Qur'an dan Hadits banyak ditemukan dalil-dalil yang mewajibkan atau memfardhukan shalat, dalam Al-Qur'an surat al Isra ayat 78 Allah berfirman  :

"Tegakkanlah shalat pada saat tergelincirnya matahari sampai geIapnya malam dan terbitnya fajar".

Berdasarkan keterangan beberapa Hadits pada saat tergelincimya matahari, disitu terdapat dua shalat yaitu shalat dzuhur dan shalat ashar, di dalam gelapnya malam terdapat dua shalat yaitu shalat maghrib dan shalat isya. Rasulullah SAW bersabda :

"Lima shalat telah diperintahkan oleh Allah kepada hamba-Nya".

Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbabagia

Adapun fungsi dan peranan shalat adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengingat Allah SWT, sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Thaha ayat 13 :

"Dan hendaklah engkau menegakkan shalat untuk mengingat".

Dan dengan kita mengingat Allah SWT, Allah SWT pasti akan mengingat kita. Dan bila Allah mengingat kita paling tidak kita akan merasakan kabahagiaan dan ketentraman bathin. Dalam surat Ar Ra'du ayat 28 Allah SWT berfirman :

"Ketahuilah bahwa dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenang".

2. untuk mencegah kita dari mengerjakan  dosa  dan kemungkaran, 

sebagaimana firman-Nya dalam surat Al-Ankabutayat 15 :

"Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji (dosa) dan mungkar".

Bahkan  dalam surat  Al-Baqarah ayat 238 Allah menegaskan :

"Hendakalah kamu memelihara shalat lima waktu dan shalat wustha (pertengahan)”.

Sebagian ulama berpendapat bahwa shalat wustha (pertengahan) adalah waktu lowong yang  terdapat antara shalat shalat yang lima, ada juga yang berpendapat bahwa shalat wustha (peretengahan) adalah shalat ashar.

3. shalat mengajarkan kita untuk menghargai dan disiplin waktu.

Waktu menurut para ilmuan waktu adalah tata tertib alam semesta yang bergerak. Sedangkan ruang adalah tata tertib alam semesta yang tidak bergerak. Dalam Al-Qur'an surat An Nisa' ayat 103 Allah SWT berfirman :

"Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”.

Semua waktu shalat yang lima adalah waktu yang telah ditetapkan oleh  Allah SWT  dan  Rasul-Nya bagi kita untuk  beribadah kepada-Nya, merupakan waktu yang  penting,  maqbul  dan bersejarah.

Secara singkat berdasarkan Hadits yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib yang artinya :
  • Waktu shalat zuhur adalah saat dimana semua makhluk bertasbih kepada Tuhannya.
  • Waktu shalat ashar adalah saat Nabi Adam as memakan buah khuldi.
  • Waktu shalat maghrib adalah saat Allah SWT menerima taubat Nabi Adam as.
  • Waktu shalat isya' adalah saat yang dipergunakan oleh semua Rasul untuk beribadah.
  • Waktu shalat shubuh adalah saat dimana orang-orang kafir bersujud kepada syaitan.
Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbabagia

Selanjutnya disampaikan tentang keutamaan dan keistimewaan shalat:

1. Shalat itu mendidik kita untuk meninggalkan sifat-sifat tercela.

Dalam surat al Ma'arij ayat 19-23 Allah SWT berfirman: 

"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah dan kikir, apabila ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat yaitu mereka yang tetap memelihara shalatnya".

Jika seseorang yang shalatnya khusyu' maka akan nampak akhlaknya sehari-hari sebagaimana dalam keterangan ayat tadi. Sehingga orang yang senantiasa mengerjakan shalat secara benar jiwanya akan tenang dan optimis, dan bila mendapatkan rezki ia akan menjadi orang yang pemurah yang selalu menolong sesama manusia. 

2. Pada waktu kita berdiri di dalam shalat maka banyak keuntungan dan keistimewaan yang diberikan oleh Allah  SWT kepada  kita. Dalam  sebuah Hadits Rasulullah SAW bersabda : 

"Sesungguhnya bila  seorang  hamba berdiri tegak dalam shalat, syurga dibuka baginya, hijab  dibuka  dan bidadari menghadap kepadanya, selama ia tidak melangkah atau berdahak".

Berdasarkan Hadits tersebut makna tegak hakekatnya adalah khusyu'. Menurut para ulama khusyu' adalah :

"Hati kita konsenstrasi dan anggota badan kita diam".

3. Bila kita dapat memelihara shalat dengan baik, maka Allah SWT menjanjikan Syurga Firdaus, sebagaimana firman-Nya dalam surat AI-Mu'minun ayat 9-11:

"Dan orang-orang yang memelihara shalatnya, mereka itulah pewaris yang mewarisi Syurga Firdaus".

Shalat adalah rukun Islam yang terpenting sedangkan Syurga Firdaus adalah Syurga yang paling tertinggi. 

Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbabagia

Dalam Al-Qur'an Allah juga memberikan kritikan yang membangun kepada ummat Islam yang shalatnya tidak teratur, mereka yang riya dan kikir. Dalam surat al Maun ayat 4-7 Allah SWT berfirman:

"Maka celakalah orang-orang yang shalat, yaitu orang yang lalai dalam shalatnya, orang-orang yang   berbuat riya dan enggan menolong dengan barang yang berguna (berzakat)”.

Jadi kesimpulannya bahwa orang yang shalat hendaklah senantiasa menjaga shalatnya secara teratur, mengerjakannya secara ikhlas, rajin berzakat serta bersifat pemurah.

Pada akhimya marilah kita tingkatkan kualitas shalat kita, mengajak mereka yang belum menjalankannya dengan dasar bahwa shalat mengantarkan manusia dalam memperoleh keselamatan di dunia hingga di akhirat kelak. Amin Ya Rabbal 'Alamin

PENUTUP

Oleh : Drs. KH. Marwan Aidid
Back To Top